Ransel Pendingin Punggung

Di sebagian besar wilayah Indonesia, suhu udara saat bersepeda (berlari, berjalan-kaki jogging, hiking dan sejenisnya) di siang hari antara jam 10-an hingga jam 15-an dirasakan lumayan panas ditambah suhu badan yang meningkat akibat aktivitas mengayuh sepeda; cukup membuat gerah pesepeda.

Sudah lama saya memiliki ‘LifeHacks‘ (tips & tricks) untuk mengakali kegerahan disaat olahraga ini, yaitu dengan membawa Ransel Pendingin Punggung disaat berolahraga (khususnya bersepeda, berlari dan hiking).

LifeHacks sederhana ini pernah saya posting di akun media sosial saya pada 2 Oktober 2019:

Cara nya sederhana, yaitu dengan cara membekukan air yang ada di dalam kantung air (hydration bladder) pada ransel kantung air (hydratipn-pack / hydration bagpack). Cabut selang dari konektor kantung air, kemudian isi kantung air dengan air; sisakan sedikit (kira-kira 5%-nya) untuk udara, karena volume es lebih besar daripada volume air, sehingga ukuran air yang membeku akan sedikit mengembang.

Berikut ini foto kantung air yang sudah diisi air dan baru saja dimasukkan ke dalam freezer lemari es (terlihat suhu air masih berada di suhu ruangan / belum membeku).

foto termal dari air di dalam kantung air yang belum membeku di dalam freezer lemari es

Setelah air di dalam kantung air tersebut membeku (kira-kira 3 jam), untuk memasukkan selang air ke dalam konektor kantung air nya memerlukan trik khusus, karena air di dalam konektor sudah membeku dan menghalangi pergerakan masuknya selang dan pengunci selang pada konektor kantung air tidak bergerak. Cara nya dengan mengalirkan air hangat atau panas ke konektor selang pada kantung air hingga mengalir beberapa saat (sampai es pada bagian konektor mencair).

Setelah es pada bagian konektor mencari, kunci konektor selang pada kantung air akan mudah ditekan / digerakkan dan selang pun akan mudah dimasukkan.

Kemudian masukkan kantung air ke dalam ransel kantung air dengan rapi; pastikan selang sudah masuk dengan baik / cukup kuat (dicoba disedot dulu air nya dan pastikan tidak bocor di bagian konektor selang di kantung air nya).

dari foto termal ini terlihat air dingin sudah melewati selang karena disedot

Bisa kita lihat dari foto termal berikut ini bahwa udara di sekitar bagian depan tas lebih dingin dibanding udara di sekitar nya. Sehingga dapat membantu mendinginkan punggung orang yang menggendong ransel kantung air ini:

Bandingkan dengan foto biasa yang tidak terlihat perbedaan nya:

Dari hasil ujicoba beberapa kali, air beku sebanyak 2,5 liter di dalam kantung air ini akan habis dalam waktu 3 jam (tergantung frekuensi dan jumlah sedotan pengguna dalam meminum air nya).

Seiring waktu, air akan secara perlahan mencair dan mendinginkan udara di sekitar ransel kantung air (juga punggung pengguna) sehingga akan dapat dinikmati pengguna nya.

Suhu air yang diminum tidak langsung dingin, namun berangsur dari suhu yang terasa lebih hangat, kemudian dingin dan dingin sekali; karena air yang ada di dalam selang suhu nya lebih hangat dibanding dengan air yang masih ada di dalam kantung air.

Bagaimana Jika Bersepeda di Malam Hari atau di Musim Dingin?

Tentu saja di malah hari atau di musim dingin suhu yang diinginkan adalah suhu yang lebih hangat untuk menghangatkan badan. Sehingga air yang dimasukan ke dalam kantung air merupakan air yang hangat — campuran antara air dingin dan air panas — sekitar 50 derajat celcius (disesuaikan keperluan).

suhu 47 derajat celcius cukup untuk menghangatkan punggung dan hangat untuk diminum

Seperti yang saya lakukan saat bersepeda di musim dingin dari pusat kota Beijing hingga ke Changping di China:

Ayo bersepeda dan coba ransel pendingin / penghangat punggung nya …

danito – 20201105 ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *