bookmark_borderJalan kaki di Zhengzhou (2019)

Beberapa hari yang lalu banjir besar melanda kota Zhengzhou, provinsi Henan, wilayah tengah negara China.

Sumber foto: https://twitter.com/RitaBai/status/1417745465378963456
Sumber foto: https://twitter.com/RitaBai/status/1417745465378963456

Saya punya beberapa teman di China; walau ada yang dari Zhengzhou, tapi kebanyakan teman saya berada di kota Beijing dan kota Xuchang. Alhamdulillah teman-teman saya yang di Beijing dan Xuchang aman; teman yang rumah nya di Zhengzhou kebanjiran (hingga harus bertahan di lantai 2 rumah nya), tapi tidak ada korban jiwa di keluarga nya.

Cuplikan percakapan saya dengan beberapa teman di China

Mendengar nama kota Zhengzhou menjadi sering disebut dengan kejadian bencana banjir ini; saya jadi teringat momen beberapa tahun yang lalu saat jalan-jalan mengunjungi Zhengzhou dari Xuchang menggunakan kereta api. Berikut ini adalah beberapa foto saat saya mengunjungi Zhengzhou pada 13 Januari 2019:

Harga tiket kereta api dari kota Xuchang ke kota Zhengzhou sekitar 32 ribu rupiah (14.5 Yuan)

Lama perjalanan menggunakan kereta api biasa dari stasiun kereta api Xuchang menuju Zhengzhou sekitar 80 menit dengan jarak tempuh sekitar 98,3 Km, mirip jauh nya dari Bandung Cimahi ke Jakarta lah kalau di Indonesia; harga tiket kereta api kelas ekonomi ini sekitar 32 ribu rupiah (14,5 Yuan).

Berangkat dari stasiun kereta api Xuchang menuju Zhengzhou sekitar jam 10:30-an

Mungkin karena akhir pekan dan menjelang liburan, penumpang di kereta lumayan banyak, sampe harus berdiri; tapi tetep asyik koq sambil lihat suasana di sisi kiri dan kanan kereta api melalui jendela.

Tiba di stasiun Zhengzhou (Railway Station Shangquan) langsung foto-foto, spot foto favourit saya tentu saja papan penunjuk arah jalan; berikut ini sebagian foto nya:

Suasana kota Zhengxhou nya nyaman dan bersih, coba lihat trotoar yang cukup lebar dan bersih ini:

Banyak ditemui juga jajanan jalanan (“street food“) di sekitar jalan yang dilalui. Ibu ini menjual ubi panggang / oven (mungkin kalau di Bandung sejenis “Ubi Cilembu” yang di dalam nya manis bagaikan madu); ada wilayah tertentu di China yang makanan utama nya umbi-umbian, termasuk ubi panggang ini.

Ada pos polisi yang berbentuk mobil listrik (bis kecil) seperti foto di bawah ini; sehingga pos polisi ini mudah dipindahkan / disesuaikan posisi nya.

Suasana jalan di sekitar mall-mall kota Zhengzhou; coba perhatikan trotoar dan jalan nya yang cukup bersih, membuat nyaman berjalan kaki menyusuri kota.

Tidak jauh dari stasiun kereta api Zhengzhou ada bangunan menara kembar; ini adalah Er’qi Strike Monument Tower; kalau malam berhiaskan lampu-lampu yang menambah indah suasana kota.

Er’qi Strike Monument Tower

Hal yang menarik dari kota Zhengzhou ini adalah banyak saudara muslim di sini; diitandai dengan beberapa bangunan bergaya Islami, ada beberapa masjid besar dan banyak restoran muslim / restoran halal juga penjual makanan halal di sekitar jalan (“moslem street food“).

Sekilas dilihat dengan ‘zoom‘ peta sebesar ini sudah ada dua masjid besar yang tercantum di Google Maps (dengan tingkat zoom yang lebih besar akan lebih banyak masjid yang muncul); karena belum ada yang menambahkan, saya tambahkan lokasi masjid Huayuan (Mosque of Huayuanjie) di Google Maps. Lokasi masjid ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki kira-kira 15 menit dari Railway Station Shangquan.

Berikut ini foto-foto masjid Huayuanjie dari luar dan suasana di dalam masjid:

Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa China:

Ini suasana di dalam restoran muslim di gedung sebelah masjid:

Suka banget sama aroma rempah wijen di sambal (“chili oil“) khas China
Sate daging kambing (tusuk besi) dan daging sapi (tusuk ranting pohon); saya suka bumbu rempah nya yang sangat khas

Kalau ke Zhengzhou jangan lupa mampir di “Wen Hua Road Fen Dian” (Wu Shun Zhai Halal Roast Duck); di sini spesialis nya bebek panggang (roasting duck) yang dijual di gerai kios agak besar di pinggir jalan. Bebek panggang ini tentu saja halal (halal food / moslem food), karena proses pemotongan dan pengolahan nya secara Islami, oleh pekerja dan koki muslim:

bookmark_borderInternet Security di Android

Mungkin banyak dari teman-teman yang mencoba mendeteksi lokasi saya berdasarkan celah keamanan di sistem operasi Android, maupun celah secara tidak langsung melalui SS7 merasa aneh dengan lokasi saya yang tidak berubah-ubah atau lokasi saya berada di tengah laut (mungkin saya sedang di atas kapal selam yang sedang beristirahat muncul ke permukaan? who knows, haha …).

Hal itu bisa dilakukan karena saya menggunakan teknik khusus untuk ‘menyamarkan’ lokasi (tentu saja bukan menggunakan aplikasi FakeGPS dan teknik sejenisnya; aplikasi semacam ini tidak bisa digunakan para pencari lokasi yang berdasarkan SS7 vulnerability).

Walau lokasi saya sebenarnya tidak diketahui; smartphone dengan sistem operasi Android ini tetap saja harus diamankan jika terhubung ke internet, karena selalu ada saja celah keamanan baru (dan beberapa celah keamanan lama yang belum ‘ditambal’).

Seringkali saya tidak menggunakan aplikasi semacam ‘AntiVirus’ di smartphone Android, karena saya merasa belum perlu menggunakan itu. Namun setelah teman saya dari Rusia memberitahukan bahwa dia berhasil mengambil alih smartphone Android dengan cara mengirimkan sebuah file video (ya video, bukan file aplikasi / .apk, bukan file dokumen / .pdf / .doc dan bukan link / URL) di salah satu grup Telegram; saya mulai bertanya, AntiVirus apa yang cukup bagus untuk Android?

Teman saya itu menyarankan saya mencoba sendiri beberapa produk sejenis AntiMalware (termasuk AntiVirus) untuk Android dan ambil kesimpulan mana yang baik. Dan memberikan ‘clue’ untuk dicoba, yaitu: Kaspersky Internet Security (KIS) for Android … deuh mentang-mentang orang Rusia ya, nyaranin nya produk Rusia (konon katanya dia salah satu ‘engineer‘ di sana).

Duh benar saja ya, file video yang dia upload berisi ‘kode jahat’; padahal hanya video saja itu, haha …

Akhirnya saya gunakan Kaspersky Internet Security di Android saya, lumayan lah dapet harga murah banget (sebulan nya kurang dari lima ribu rupiah). Silahkan cek di menu “Shop” bagian “Software” ya kalau mau coba buktikan juga.

[ danito – 20201216 ]